#JurnalBidang Ilmu: ManajemenEvaluasi Kesiapsiagaan Batan Menghadapi Kegagalan Teknologi Nuklir Melalui Penerapan Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001Yusabiran*1, Freddy J. Rumambi2, IDK Kerta Wirdana2 (2020) Mataram: Universitas Mataram . ISBN 2477-0329Indonesia telah memilki teknologi nuklir diantaranya 3 reaktor riset yang dikembangkan. Ketiga reaktor tersebut adalah Triga Mark II daya 250 kW, reaktor Kartini daya 100 kW dan reaktor terbesar adalah reaktor Serba Guna G.A Siwabessy dengan daya 30 MW. Berdasarkan IAEA kapasitas 30 MW termasuk kedalam kategori bahaya dua dan memilki potensi sebaran radiasi hingga radius 5 KM. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah dengan implementasi OHSAS 18001 pada masing-masing satuan kerja. Implementasi yang telah dilaksanakan, harus dilakukan evaluasi. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi Context, Input, Proses, Product (CIPP) menurut Stufflebeam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mengevalusi penerapan OHSAS 18001 dalam mendukung kesiapsiagaan BATAN menghadapi kegagalan teknologi nuklir. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian evaluasi context menunjukkan bahwa evaluasi kebijakan K3 dari satuan kerja PTKRN, PTLR, PRFN dan PTRR mendapatkan nilai baik (100%). Evaluasi masukkan (Input) dari aspek identifikasi potensi bahaya, identifikasi peraturan, sumberdaya peran dan program K3 mendapatkan penilaian baik (91%). Evaluasi pelaksanaan (process) dari aspek pelatihan, pemantauan dan pengukuran, audit, dan simulasi tanggap darurat mendapatkan penilaian baik (94%). Evaluasi hasil (Product) untuk aspek budaya K3 dan zero accident mendapatkan hasil baik (81%). Dengan demikian implementasi OHSAS 18001 di BATAN dapat mendukung kesiapsiagaan nuklir BATAN. File Jurnal Hardcopy & Softcopy. Bahasa Indonesia. Diupload pada: 29/08/2022 10:41:49 wib - Dilihat: 85 kali
|