info@asmi.ac.id (+62 21) 471 - 4941 s.d. 45
 
 
#Tesis
Bidang Ilmu: Akuntansi

ANALISA PERBANDINGAN KONSEP AKUNTANSI ZAKAT PADA EXPOSURE DRAFT PEDOMAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA NO. 109 DENGAN MALAYSIA ACCOUNTING STANDARD BOARD TECHNICAL RELEASE i-1

  MIA LESTARI SE, M.Si (2023)

Didalam penelitian ini, penulis membatasi permasalah pada konsep standar akuntansi zakat milik negara Indonesia dan konsep standar akuntansi zakat milik negara Malaysia. Berdasarkan hal tersebut, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : ” Untuk mengetahui perbedaan dan melakukan analisa terhadap perbedaan standar akuntansi zakat antara Indonesia dan Malaysia. ” Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer dan data sekunder, data primer diperoleh melalui hasil wawancara dengan dari pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui program tanya jawab yang disediakan dalam website IAI. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku dan dokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang ada. IAI Komite Syariah Indonesia mencoba untuk mengakmodir kebutuhan atas pelaporan akuntansi zakat dengan mengeluarkan Draft Exposure PSAK No. 109 mengenai Akuntansi zakat dan infak/sedekah, tapi lebih dari setahun draft ini belum juga di kukuhkan sebagai standar akuntansi yang disebabkan masih belum jelasnya bagaimana posisi perzakatan di Indonesia. Jika kita lihat di Malaysia, Dalam wilayah penyelenggaraan, pengelolaan zakat di Malaysia ditempatkan dalam Majlis Agama Islam (MAI). Kordinasi MAI ada dalam kementerian non-departemen. Peran dan fungsi menteri non-departemen, membuat lembaga strategis yang bertanggung jawab langsung pada Perdana Menteri. Sehingga pengelolaan zakat di Malaysia menjadi percontohan bagi negara-negara yang penduduknya mayoritas umat muslim. Berdasarkan tinjauan pustaka dalam bab dua dan hasil analisa pada bab empat, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: 1. Terdapat Perbedaan yang cukup signifikan antara kedua standar akuntansi milik Indonesia dan Malaysia. Dimana standar ankuntansi milik Indonesia yang tertuang dalam Exposure Draft Pedoman Standar Akuntansi Keuangan no. 109 ditujukan untuk mengatur standar akuntansi zakat pada organisasi nirlaba sedangkan standar akuntansi zakat milik Malaysia yang tertuang dalam Malaysian Accounting Standard Board Technical Release i-1 ditujukan untuk pengakuan, penilaian, penyajian serta pengungkapan zakat pada organisasi bisnis. 2. Ikatan Akuntan Indonesia sudah menerbitkan Exposure Draft Pedoman Standar Akuntansi keuangan no. 109 yaitu mengenai standar akuntansi untuk zakat tetapi masih belum final dan dalam proses public hearing untuk mendengarkan masukkan-masukkan dari masyarakat umum. Sedangkan di Malaysia standar akuntansi zakatnya sudah ditetapkan dalam Malaysian Accounting Standard Board Technical Release i-1 yang sudah mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 2006. 3. Di Malaysia, pengoranisasian lembaga zakatnya sudah cukup teratur dan masyarakat di negara tersebut memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam membayar zakat kepada lembaga amil zakat yang telah di tunjuk oleh pemerintah.

  File Jurnal

Hardcopy.    Bahasa Indonesia.  
Diupload pada: 17/03/2023 15:32:22 wib - Dilihat: 50 kali

 

Ingin informasi lebih lanjut mengenai IBM asmi | Repository?

Klik disini untuk menghubungi kami via WA
Hubungi Kami

Hubungi Kami

Berikut alamat dan keterangan lainnya yang dapat Anda gunakan untuk menghubungi kami.

Alamat

Jl. Pacuan Kuda No. 1-5 Pulo Mas, Jakarta Timur - 13210

Email

info@asmi.ac.id

Telepon

(+62 21) 471 - 4941 s.d. 45